Mari...kita sama-sama membangun bangsa ini, biar rakyatnya menjadi cerdas dan dapat hidup layak serta berkecukupan..
Rabu, 28 Mei 2008
Andalah yang menentukan diri anda
Ada 3 kaleng Coca Cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama di Cibitung. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng Coca Cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian. Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000. Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500. Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.
Ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama. Kisah di atas menyiratkan bahwa lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mendukung hal yang terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada di lingkungan yang mengkerdilkan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
Manusia yang memiliki ketrampilan yang sama, bakat yang sama, serta kemampuan yang sama, namun berada dalam lingkungan yang berbeda, pasti akan memiliki nilai yang berbeda. Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita. Semua pekerjaan itu memiliki martabat dan kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh. Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair. Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit dan bumi berhenti untuk berkata, " Di sini hidup seorang penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik."
Marilah kita merubah lingkungan kita dimulai dari diri kita sendiri.
Kamis, 22 Mei 2008
Genius 10 Tahun yang Menguasai Enam Bahasa
Pintar Statistik, Penyuka Bela Diri, Mahir Berpiano
Downey - Bocah genius. Julukan tersebut memang tepat dilekatkan pada diri Moshe Kai Cavalin. Di usia yang baru menginjak sepuluh tahun, dia tidak lagi sekadar mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran dasar. Dia telah tercatat sebagai mahasiswa di East Los Angeles College. Itu menjadikannya mahasiswa termuda sejak perguruan tinggi tersebut didirikan 63 tahun silam.Selintas, sosok bocah genius itu memang tidak berbeda dengan sebayanya. Tinggi badannya pun baru 138 sentimeter. Saat duduk untuk mencatat pelajaran, kakinya tidak sampai menyentuh lantai.
Tingkahnya juga tidak ubahnya anak-anak seusianya. Ketika menerima tamu, misalnya, tidak jarang dia berputar di kursi. Namun, di balik tingkah polosnya itu, dia mulai menghadapi ujian akhir semester untuk mata pelajaran yang jauh dari yang didapat anak-anak lain sepantarannya. Yakni, matematika tingkat lanjut, bahasa asing, dan musik. "Saya sedang belajar statistik," kata Moshe malu-malu.
Saat ini, Moshe menempuh program dua tahun perguruan tinggi tadi. Bila bisa mempertahankan nilai dan memenuhi syarat-syarat yang diajukan, Moshe berharap bisa pindah ke sebuah kampus favorit untuk mengambil program empat tahun jurusan astrofisika. Astrofisika merupakan cabang ilmu astronomi yang berkaitan dengan fisika jagat raya.
Siapa sangka, si genius itu, ternyata, pernah merasakan ditolak saat mendaftar sekolah. "Mereka tidak mau menerima saya karena saya dianggap membosankan hanya karena saya tahu lebih banyak dibandingkan para guru," kenang Moshe.
Moshe yang berdarah campuran itu lahir dari ibu asal Taiwan, Shu Chen Chien. Ayahnya, Yosef Cavalin, keturunan Italia yang dilahirkan di Brazil. Itulah sebabnya, Moshe piawai bercakap dalam enam bahasa. Yakni, Spanyol, Portugis, Italia, Inggris, Yahudi, dan Mandarin. Sang ayah mengakui bahwa aksen putra tunggalnya itu lebih kental Mandarin.
Kelebihan itu juga sempat membuatnya celaka. Tangan kirinya cedera karena mempelajari bela diri. Cedera tersebut membuatnya tidak bisa bermain piano. Padahal, kata sang ayah, Moshe kerap meraih prestasi di bidang itu. "(Ujian) final sudah tiba dan dia (masih) tidak bisa bermain dengan dua tangan. Dia akan mencoba bermain dengan satu tangan," kata Cavalin.
Cavalin tidak perlu terlalu merisaukan "nasib" nilai anaknya. Bocah genius tersebut mempunyai jalan untuk menutupi "kekurangannya". Moshe yang sudah kuliah lebih dari setahun silam mempunyai nilai tertinggi, A plus, untuk beberapa mata kuliah. Misalnya, aljabar, sejarah, astronomi, dan olahraga. Dia pun berminat mendalami wormholes, yang merupakan fenomena hipotesis ilmiah yang mempunyai korelasi dengan teori relativitas Albert Einstein.
Mengetahui kelebihan yang dimiliki buah hatinya, alih-alih langsung "mendera" putra mereka dengan berbagai macam pendidikan, pasangan Cavalin sama sekali tidak ingin memaksa Moshe.
Keduanya sebisanya tidak menyebut putra mereka genius. Mereka menyebut bahwa putra mereka hanyalah anak biasa yang sangat menikmati belajar. Mereka juga mengatakan bahwa minat belajar putra mereka sama besarnya seperti minatnya dalam bermain sepak bola juga dalam menonton film-film Jackie Chan. Bisa pula disamakan dengan semangatnya dalam mengoleksi mobil-mobilan, topi baseball lengkap dengan lambing macan di atasnya.
Sifat rendah hati dalam diri pasangan Cavalin itu menurun pada buah hati mereka. Moshe tidak suka membicarakan tingkat inteligensinya. Baginya, siapa pun bisa mencapai sukses seperti yang diraihnya. Asalkan, mereka mau belajar keras dan memusatkan perhatian sepenuhnya pada apa yang mereka kerjakan.
Pasangan itu juga sama sekali tidak pernah berencana mendaftarkan putra mereka ke sekolah tinggi saat usianya baru menginjak delapan tahun. Mereka memperlakukan Moshe layaknya anak-anak lain dan mendaftarkan ke sekolah dasar saat usianya menginjak enam tahun.
Karena itu, orang tuanya memutuskan untuk memberikan pendidikan lewat home-schooling bagi buah hatinya terse but. Hal itu hanya berlangsung dua tahun. Sebab, kemudian mereka menyadari bahwa college adalah tempat yang pas bagi putra mereka. East LA bersedia menerima.
Awalnya, dia hanya diizinkan mengikuti dua kelas saja, yakni matematika dan olahraga. Karena mendapatkan nilai A plus, pihak kampus mengizinkannya menambah mata kuliah lain. "Dialah mahasiswa termuda yang pernah saya ajar sekaligus paling pekerja keras," kata Daniel Judge, profesor mata kuliah statistik yang mengajar Moshe. (AP/dia)
Sumber : www.jawapos.
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya
Merawat Layar Notebook/Laptop
Berbeda dengan monitor lainnya layar Notebook memerlukan perawatan yang ekstra, Berikut ini adalah beberapa tips dalam merawat layar Notebook :
- Selalu tutup Notebook bila tidak digunakan, Kalau perlu gunakan lapisan anti debu atau masukan ke dalam tas Notebook.
- Jangan menyentuh layar Notebook apalagi dengan benda tajam.
- Jangan pernah menyemprotkan cairan pembersih pada layar Notebook.
- Saat Notebook tertutup jangan sampai Notebook mendapat tekanan dari benda yang berat.
- Jangan menutup notebook saat ada benda tertentu antara layar dan keyboard. Bahkan selembar kertas yang terjepit antara layar dan keyboard bisa menjadi penyebab kerusakan layar.
- Jangan menutup dengan cara membanting
- Untuk membersihkan layar notebook, gunakan sikat lembut yang memang dirancang untuk membersihkan layar LCD dari debu.
- Jika sikat tidak cukup, gunakan kain lembut atau tisu yang dibasahi dengan cairan pembersih. Ingat! Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung amoniak atau alkohol. Semprotkan cairan pembersih pada kain dan usap layar perlahan-lahan saat membersihkan.
- Cairan pembersih untuk layar notebook disarankan menggunakan jenis pembersih yang sama dengan yang digunakan untuk layar kamera digital. Cairan ini biasanya bisa didapatkan di toko penjual perlengkapan kamera.
Tips Rambut Berjilbab Tetap Sehat
1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.
2. Kalau kamu suka model kerudung modern. Boleh saja kamu mengkreasikan model kerudung anda hingga berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai ya. Semakin tebal kerudung kamu, makin sulit rambut kamu bernafas.
3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala lembab.
4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi 60 cm.
5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik pilih warna lembut atau putih.
6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambut akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas
Yulia Dian - detikHot
Mendidik Anak
1. Komunikasi
Diam dan dengarkan. Inilah salah satu cara untuk mendapatkan komunikasi yang baik. Sayangnya, orang tua cenderung tak sabar sementara si kecil memilih menggerutu dalam suatu percakapan. Jadilah pendengar yang efektif, karena dengan demikian akan menjadikan anak tak menghindari Anda karena dianggap sebagai "penceramah". Dorong anak-anak agar terbuka pada orangtua layaknya sebagai teman. Untuk itu, ciptakan waktu khusus dan rutin untuk berada bersama anak. Kalau Anda ingin anak dekat dengan Anda, dengarkan dengan sabar dan tenang apa yang mereka ceritakan. Jika Anda mendengarkan masalahnya, mengerti perasaannya, dan menolongnya mencari jalan keluar, mereka akan menjadi dekat dengan Anda, memiliki perasaan saling membutuhkan, dan komunikasi akan lancar.
2. Keterlibatan
Ini agaknya sudah jadi tradisi dan tanggung jawab orang tua. Masalah tak akan menjadi besar jika Anda dapat melindungi anak-anak dari tekanan serta pengaruh buruk teman-temannya. Yang terbaik adalah Anda harus terlibat dengan kegiatan anak, baik di rumah, lingkungan bermain, maupun di sekolah.
Caranya? Anda harus tahu ke mana anak pergi dan dengan siapa. Cobalah mengenal dan berkomunikasi dengan para orang tua teman anak. Ajak anak ngobrol sehingga dia akan dengan senang hati menceritakan berbagai kegiatan maupun rencananya. Tentu saja Anda tak perlu terlalu ikut campur karena anak tetap membutuhkan kebebasan dan kesempatan untuk mengeluarkan atau mengemukakan keinginannya sendiri jika dia sudah cukup umur untuk melakukannya. Jika Anda sudah terbiasa mendidiknya atau mengarahkannya sejak dini, Anda pasti dapat mempercayai segala tindakannya dengan bijaksana.
3. Norma & Aturan
Ciptakan aturan tentang norma-norma atau nilai kehidupan. Jika Anda percaya kepada anak-anak, akan dengan sendirinya secara alami berkembang menjadi orang yang baik dan peduli akan sesamanya, coba pikir ulang! Jangan biarkan anak tergantung pada teman-temannya, sekolah, atau media lain yang mengajarkan bagaimana caranya harus berperilaku baik. Sebab, semua ini tergantung dari Anda sendiri untuk membuat suatu standar atau nilai kehidupan. Ajarkan pada anak bagaimana ia harus berperilaku dan sifat apa yang harus ia miliki.
Untuk itu, Anda dan pasangan harus membuat daftar tentang norma, nilai, kualitas, dan perilaku yang diinginkan dari anak. Misalnya, sopan, jujur, ramah, dan seterusnya. Susun juga daftar perilaku yang tak Anda inginkan. Nah, diskusikan bersama ide-ide tadi, capai kesapakatan, sehingga keluarga Anda memiliki aturan/norma yang harus ditaati dan diterapkan. Jangan lupa jelaskan pada anak maksud nilai dan norma tadi.
4. Sopan Santun
Menuntut anak berlaku sesuai etiket, kerap membuat mereka tertekan karena harus begini dan begitu. Meski melelahkan, Anda harus terus mengajarkan dan membiasakan anak melakukannya. Anak yang tidak pernah belajar bagaimana caranya bersopan santun, umumnya akan tumbuh menjadi remaja yang bermasalah, baik dengan teman maupun orang dewasa di lingkungannya.
Cara yang bijaksana adalah tak pernah lelah memberi nasehat dan mengingatkan anak agar berlaku santun, semisal selalu berkata, "Tolong", Terima kasih", "Maaf". Terus lakukan hingga kata-kata ini menempel di ingatannya dan secara otomatis akan diucapkan anak. Yang tak kalah penting, orang tua harus memberi contoh yang baik. Jangan pernah lupa mengungkapkan kata-kata tadi walau dengan anak sendiri.
5. Tentukan Batas
Lakukan dan ingat selalu pada disiplin! Jika kata disiplin terdengar menakutkan, berarti Anda tidak mengerti apa maksud sebenarnya. Disiplin bukan sesuatu siksaan, bukan juga hukuman. Terapkan disiplin sedini mungkin, sebelum anak-anak tumbuh berkembang tanpa aturan dan berakibat menderita dalam kehidupannya. Kerjakan dengan baik dan disiplin akan menjadikan anak memiliki percaya diri, sukses sebagai orang dewasa. Sebaliknya, jika tidak mempunyai disiplin, mengerjakan hanya semau-maunya, atau tidak sama sekali.
Cara menjalankannya, pastikan bahwa anak tumbuh di lingkungan dengan aturan yang jelas, konsisten, dan fair. Katakan tanpa lelah, Anda berharap mereka berperilaku sopan dan berdisiplin sesuai standar yang telah dibuat di keluarga Anda. Hal ini tidak hanya membuat kehidupan Anda lebih teratur dan berarti, anak-anak pun nantinya akan menikmati dan menghargai segala usaha Anda ini
Kamis, 08 Mei 2008
Kisah Cinta Seorang Anak
Teman-teman....artikel ini saya ambil dari Milisnya Inspirasi Indonesia, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari artikel ini.
(ditulis oleh Cristine Wili)
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric...Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?" Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana."
Bagaimana komentar anda tentang kisah ini?
Rabu, 07 Mei 2008
Sudah saatnya Petani kita bisa kaya
Caranya gampang, yang penting ada kemauan dari pemerintah setempat, mulai dari level Lurah/Kepala Desa sampai Gubernurnya.
Secara kasar penjelasannya yaitu dengan mengolah sekam yang hasil dari penggilingan padi. dan itu dapat menghasilkan pembangkit listrik tenaga Sekam. Selain itu juga dapat menghasilkan value added waste material (Abu Sekam) berupa non-crystalline silica (combustion technology) atau oil sorbents (pyrolysis technology). Mau tahu gak dari Pyrolysis Technology dapat menghasilkan "oil sorbent" yang harga Internationalnya, yaitu antara USD 2,500,-/ton s/d USD 4,500,-/ton (non-crystalline silica antara USD 250,-/ton s/d USD 500,-/ton).
Kalau mau lagi dari hasil penjulan oil sorben tersebut dapat dibangun rice processing complex guna mendapatkan "Dedak" berkualitas baik untuk kemudian di "extracted" menjadi Minyak Tersehat Se-Dunia atau rice bran oil, yang dewasa ini sudah mencapai antara USD 35,000,-/ton s/d USD 65,000,-/ton.
Masya Allah, luar biasa sekali kan ? bayangin aja kalau selama ini dedaknyanya dijual untuk pakan ternak.
Sebagai gambaran aja nih, mudah-mudahan banyak yang baca, dan banyak yang berminat...hasil olahan Dedak 20 Ton/hari, itu dapat menghasilkan US $ 455.000, kalu 1 tahun 300 hari aja, hasilnya US$ 136.500.000,- coba hitung kalau di rupiah kan. Berapa Hayo..Rp.1.296.750.000.000,- Bagaimana tidak kaya petani kita, juga orang-orang yang ada di desa semuanya.
Masya Allah, Faa Biayya Irob Bikuma Tukadziban.
Bangsaku Pasti Maju, Insya Allah
Selasa, 06 Mei 2008
Pendidikan Untuk Semua
Kita ingin anak Indonesia, mulai dari usia dini sudah diarahkan kemana anak tersebut menjalani hidupnya kelak.
Kenali bakat dan kemampuan yang dimilki sejak dini pada anak-anak. Sudah saatnya sekolah mereformasikan dirinya, sekolah tidak lagi hanya menghasilkan anak didik yang bingung.
Sekolah harusnya mempunyai peranan yang sangat dalam terhadap anak didiknya.
Bangsa ini mempunyai rakyat yang cerdas, maka didiklah rakyat ini dengan cerdas. Bangsa ini mempunyai rakyat yang sangat sabar, maka didiklah bangsa ini dengan kesabaran.
Bangsa ini mempunyai rakyat yang sangat kuat dan tangguh dalam berjuang mempertahankan hidupnya, maka didiklah anak bangsa ini dengan ketangguhan dan kekuatan yang dimiliki oleh bangsa ini.
Bangsa ini mempunyai kekuatan di sumber daya alamnya, hasil lautnya, hasil hutannya, hasil pertaniannya dan hasil tambangnya. Tapi mengapa bangsa ini tidak dididik dalam kekuatannya, dan pendidikan yang diberikan saat ini malah melupakan kekuatan yang dimiliki oleh bangsa ini.
Kita semua bertanggungjawab untuk kemajuan bangsa ini. Mari bersama kita pikirkan... kita tidak usah meributkan apa itu Ujian Nasional, dan apa itu Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru..biarlah sebagian orang yang memikirkannya, tapi mari kita sama-sama pikirkan rakyat kita yang jauh di pendalaman yang harus mempunyai pendidikan agar bisa cerdas dalam mempertahankan hidupnya.
Bangsa kita pasti jaya.