Pilihan

Kamis, 22 Mei 2008

Mendidik Anak

Memang tidak mudah, ya, membesarkan anak. Begitu banyak nasihat dari kiri dan kanan yang bisa saja malah membuat ibu dan ayah bingung. Padahal, sebenarnya menjadi orang tua yang efektif merupakan hal sederhana, yaitu memenuhi kebutuhan anak, selain mengarahkan serta melindungi mereka. Kalau Anda dapat melakukan itu, maka Anda dapat membentuk atau mengubah perilaku si kecil seperti yang diharapkan, dan juga akan mendapat penghargaan sebagai orang tua yang berhasil mendidik serta membesarkan putra-putri dengan baik.

1. Komunikasi
Diam dan dengarkan.
Inilah salah satu cara untuk mendapatkan komunikasi yang baik. Sayangnya, orang tua cenderung tak sabar sementara si kecil memilih menggerutu dalam suatu percakapan. Jadilah pendengar yang efektif, karena dengan demikian akan menjadikan anak tak menghindari Anda karena dianggap sebagai "penceramah". Dorong anak-anak agar terbuka pada orangtua layaknya sebagai teman.
Untuk itu, ciptakan waktu khusus dan rutin untuk berada bersama anak. Kalau Anda ingin anak dekat dengan Anda, dengarkan dengan sabar dan tenang apa yang mereka ceritakan. Jika Anda mendengarkan masalahnya, mengerti perasaannya, dan menolongnya mencari jalan keluar, mereka akan menjadi dekat dengan Anda, memiliki perasaan saling membutuhkan, dan komunikasi akan lancar.

2. Keterlibatan
Ini agaknya sudah jadi tradisi dan tanggung jawab orang tua.
Masalah tak akan menjadi besar jika Anda dapat melindungi anak-anak dari tekanan serta pengaruh buruk teman-temannya. Yang terbaik adalah Anda harus terlibat dengan kegiatan anak, baik di rumah, lingkungan bermain, maupun di sekolah.

Caranya? Anda harus tahu ke mana anak pergi dan dengan siapa. Cobalah mengenal dan berkomunikasi dengan para orang tua teman anak. Ajak anak ngobrol sehingga dia akan dengan senang hati menceritakan berbagai kegiatan maupun rencananya. Tentu saja Anda tak perlu terlalu ikut campur karena anak tetap membutuhkan kebebasan dan kesempatan untuk mengeluarkan atau mengemukakan keinginannya sendiri jika dia sudah cukup umur untuk melakukannya. Jika Anda sudah terbiasa mendidiknya atau mengarahkannya sejak dini, Anda pasti dapat mempercayai segala tindakannya dengan bijaksana.

3. Norma & Aturan
Ciptakan aturan tentang norma-norma atau nilai kehidupan. Jika Anda percaya kepada anak-anak, akan dengan sendirinya secara alami berkembang menjadi orang yang baik dan peduli akan sesamanya, coba pikir ulang! Jangan biarkan anak tergantung pada teman-temannya, sekolah, atau media lain yang mengajarkan bagaimana caranya harus berperilaku baik. Sebab, semua ini tergantung dari Anda sendiri untuk membuat suatu standar atau nilai kehidupan. Ajarkan pada anak bagaimana ia harus berperilaku dan sifat apa yang harus ia miliki.

Untuk itu, Anda dan pasangan harus membuat daftar tentang norma, nilai, kualitas, dan perilaku yang diinginkan dari anak. Misalnya, sopan, jujur, ramah, dan seterusnya. Susun juga daftar perilaku yang tak Anda inginkan. Nah, diskusikan bersama ide-ide tadi, capai kesapakatan, sehingga keluarga Anda memiliki aturan/norma yang harus ditaati dan diterapkan. Jangan lupa jelaskan pada anak maksud nilai dan norma tadi.

4. Sopan Santun
Menuntut anak berlaku sesuai etiket, kerap membuat mereka tertekan karena harus begini dan begitu. Meski melelahkan, Anda harus terus mengajarkan dan membiasakan anak melakukannya. Anak yang tidak pernah belajar bagaimana caranya bersopan santun, umumnya akan tumbuh menjadi remaja yang bermasalah, baik dengan teman maupun orang dewasa di lingkungannya.

Cara yang bijaksana adalah tak pernah lelah memberi nasehat dan mengingatkan anak agar berlaku santun, semisal selalu berkata, "Tolong", Terima kasih", "Maaf". Terus lakukan hingga kata-kata ini menempel di ingatannya dan secara otomatis akan diucapkan anak.
Yang tak kalah penting, orang tua harus memberi contoh yang baik. Jangan pernah lupa mengungkapkan kata-kata tadi walau dengan anak sendiri.

5. Tentukan Batas
Lakukan dan ingat selalu pada disiplin! Jika kata disiplin terdengar menakutkan, berarti Anda tidak mengerti apa maksud sebenarnya. Disiplin bukan sesuatu siksaan, bukan juga hukuman. Terapkan disiplin sedini mungkin, sebelum anak-anak tumbuh berkembang tanpa aturan dan berakibat menderita dalam kehidupannya. Kerjakan dengan baik dan disiplin akan menjadikan anak memiliki percaya diri, sukses sebagai orang dewasa. Sebaliknya, jika tidak mempunyai disiplin, mengerjakan hanya semau-maunya, atau tidak sama sekali.

Cara menjalankannya, pastikan bahwa anak tumbuh di lingkungan dengan aturan yang jelas, konsisten, dan fair. Katakan tanpa lelah, Anda berharap mereka berperilaku sopan dan berdisiplin sesuai standar yang telah dibuat di keluarga Anda. Hal ini tidak hanya membuat kehidupan Anda lebih teratur dan berarti, anak-anak pun nantinya akan menikmati dan menghargai segala usaha Anda ini

Tidak ada komentar: